Sabtu, 23 Oktober 2010

Teknik Pemasaran

NAMA : DWINDA AULIA MELATI
Motorola ES400
Ponsel Bisnis yang Tangguh
Pabrikan asal Amerika, Motorola akan meluncurkan seri ES400 yang memiliki nama lain EDA (Enterprise Digital Assistant). Menilik dari sisi desain, ponsel ini akan mengadopsi model candybar dengan keyboard QWERTY standar. Sepintas akan mirip dengan smartphone dari kelas high-end, namun ponsel ini akan memiliki dimensi layar yang berbeda dari kebanyakan smartphone saat ini yang kebanyakan mengusung layar lebar (landscape). Motorola ES400 berlayar layaknya ponsel berpapan tombol numeric biasa yaitu portrait namun masih cukup besar.
Ponsel ini didesain akan tahan terhadap hujan, temperature tinggi dan rendah serta memiliki tingkat durabilitas standar IP42. Namun di luar segala ketangguhan tersebut, ponsel ini akan tetap membuat penggunanya selalu terhubung dengan relasi bisnis dari perusahaan. Keunggulan lain ponsel ini adalah dukungan jaringan GSM dan CDMA sekaligus yang dapat beroperasi di seluruh belahan dunia. Motorola ES400 akan menjadi salah satu ponsel yang mengadopsi system operasi Windows Mobile versi 6.5.3 yang tergolong OS anyar. Selain itu, ponsel ini jga didukung layar VGA 3 inci, WiFi, dan aplikasi push to talk via VolP.
Ulasan :
Di jaman yang modern ini banyak sekali perusahaan-perusahaan ponsel baik yang berasal dari luar negeri maupun perusahaan ponsel yang berasal dari lokal berlomba-lomba untuk menciptakan sebuah ponsel yang canggih minimal mempunyai fitur kamera, media player atau mp3 dan aplikasi untuk browsing. Bukan hanya bersaing menciptakan ponsel yang canggih, tapi mereka juga bersaing dengan memasang harga yang relative bisa dijangkau oleh masyarakat.
Oleh karena itu ponsel Motorola ini bukan hanya menciptakan fitur-fitur yang beraplikasikan kamera, media player dan browsing tetapi ponsel Motorola ini juga menciptakan aplikasi yang bisa mengoperasikan kebutuhan para pebisnis, mereka yang menggunakan ponsel ini akan dapat berhubungan dengan relasi bisnis bahkan perusahaan.

Sumber : Koran PULSA edisi 186 TH VIII/ 2010 / 30 JUNI-13 JULI

Kamis, 07 Oktober 2010

Perilaku Konsumen

Nama : Dwinda Aulia Melati

Tugas Psikologi Konsumen

1. Pengertian Perilaku Konsumen
Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990), perilaku konsumen diartikan “…. Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products and services, including the decision processes that precede and follow this action” (p.3).
Perilaku konsumen merupakan tindakan–tindakan yang terlibat secara langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi, dan membuang suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan – tindakan tersebut.
Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units and the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences, and ideas” (p.5).
Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi, dan membuang barang atau jasa (Blackwell, Miniard, & Engel, 2001). Sedangkan The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

2. Perbedaan Konsumen, Konsumsi, Konsumerisme, dan Konsumtif.
a. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali , maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Contohnya : Seseorang yang membeli peralatan elektronik, maka orang itu disebut konsumen.
b. Konsumsi dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Contohnya : pembelian barang elekronik,pada kasus diatas disebut konsumsi.
c. Konsumerisme adalah paham atau ideologi yang menjadikan seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan proses konsumsi atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan atau tidak sepantasnya secara sadar dan berkelanjutan. Hal tersebut menjadikan manusia menjadi pecandu dari suatu produk, sehingga ketergantungan tersebut tidak dapat atau susah untuk dihilangkan. Sifat konsumtif yang ditimbulkan akan menjadikan penyakit jiwa yang tanpa sadar menjangkit manusia dalam
Contohnya : Paham yang dianut oleh ekonomi, maka disebut konsumerisme.
d. Konsumtif adalah perilaku yang boros yang mengkonsumsi barang atau jasa secara berlebihan, yang lebih mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.
Contohnya : Belanja baju secara besar-besaran untuk memenuhi keinginan.

Pengaruh Lingkungan terhadap perilaku konsumen
• Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.